Alankanews.com,Bengkulu Selatan-- Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit pada awal November 2024 di tingkat pabrik di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan pada Rabu (06/11/2024).
Seperti di PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS) harga TBS hari ini Rabu (06/11/2024) yaitu menjadi Rp2.820 per kilogram, yang sebelumnya pada kamis (31/10/2024) harga TBS sebesar Rp2.730 per kilogram.
Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, M Rizon, membenarkan kenaikan harga tersebut. Menurutnya, lonjakan harga ini didorong oleh meningkatnya permintaan pasar baik di dalam maupun luar negeri, serta kondisi ekonomi yang membaik.
"Kenaikan harga ini merupakan kabar baik bagi petani kelapa sawit di Bengkulu. Mereka dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan," ujar Rizon.
Dengan harga TBS yang lebih tinggi, para petani sawit di Bengkulu kini bisa bernapas lega. Pasalnya, selama beberapa bulan terakhir, mereka sempat dihadapkan pada ketidakpastian harga yang cukup mengkhawatirkan.
Meski demikian, Rizon mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produksi.
"Kenaikan harga ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas TBS. Petani harus menerapkan praktik budidaya yang baik agar produktivitas dan kualitas sawit tetap terjaga," lanjut Rizon.
Dinas TPHP Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada para petani agar mereka dapat menghasilkan TBS dengan kualitas terbaik. Selain itu, pemerintah daerah juga akan berupaya untuk memperluas pasar bagi produk-produk turunan kelapa sawit asal Bengkulu.
Kenaikan harga TBS sawit ini membuka peluang besar bagi pertumbuhan sektor perkebunan kelapa sawit di Bengkulu. Dengan dukungan pemerintah dan para pelaku usaha, diharapkan sektor sawit dapat menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
Disisi lain salah satu karyawan PT SBS, Jaka, Mengatakan dengan adanya kenaikan harga TBS ini pihaknya berharap mendapatkan TBS dengan kualitas yang bagus.
"Harga TBS saat ini terus naik, jadi harapanya kami mendapatkan TBS dengan kualitas yang bagus dari masyarakat," harap Jaka.
Penulis : Muldianto
Editor : Andrini Ratna Dilla