Bengkulu, Kota Kreatif: "Ngaji Puisi" sebagai Wadah Ekspresi Seni di Tengah Polemik

penampilan peserta yang mengikuti ngaji puisi tadi malam,Bengkulu, Jumat (14/02/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Bengkulu -- Di tengah berbagai polemik yang melanda Provinsi Bengkulu, para seniman setempat justru menunjukkan semangat berkarya dengan cara yang unik. Sebuah komunitas seni bernama ‘Asak Suai’ menggelar acara bertajuk  Ngaji Puisi sebagai bentuk ekspresi cinta terhadap daerah mereka.

Menurut Sucenk, salah satu penggagas acara, ngaji Puisi bukan sekadar kegiatan membaca puisi biasa, melainkan sebuah ajang untuk menyalurkan kreativitas serta merespons berbagai isu yang sedang berkembang di Bengkulu.

 “Kami ingin menunjukkan bahwa seni bisa menjadi alat refleksi dan penyampaian pesan tanpa harus bersinggungan dengan hal-hal negatif,” ujar Sucenk pada Jumat Malam (14/02/2025).

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk perlawanan terhadap semakin pudarnya budaya menulis di kalangan masyarakat Bengkulu. Menurutnya, menulis adalah bagian penting dalam mengembangkan pola pikir kreatif yang semakin hari semakin berkurang. Oleh karena itu, Ngaji Puisi diharapkan bisa menjadi ruang bagi para seniman dan masyarakat umum untuk terus berkreasi serta membangun kesadaran kritis melalui tulisan.

Komunitas ‘Asak Suai’ sendiri dikenal sebagai kelompok seni yang terbuka untuk berbagai bentuk ekspresi kreatif. Nama ‘Asak Suai’ mencerminkan semangat inklusivitas, di mana setiap orang bisa berpartisipasi tanpa batasan tertentu.

 “Kami ingin semua orang bisa berkontribusi, tak peduli latar belakangnya. Seni adalah bahasa universal,” jelas Sucenk.

Selain puisi, acara ini juga rencananya akan dikembangkan dalam bentuk seni visual yang melibatkan lebih banyak seniman Bengkulu.

 “Kami akan membawa ekspresi ini ke ranah yang lebih luas, dari tulisan ke visual, sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa menikmatinya,” tambahnya.

Dengan adanya Ngaji Puisi, para seniman berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan seni dan budaya di Bengkulu. Menurut mereka, dukungan dari pemerintah sangat penting agar kegiatan kreatif seperti ini bisa terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Tak hanya bagi para seniman, Sucenk juga berpesan kepada generasi muda, terutama pelajar dan mahasiswa, agar lebih aktif menulis dan mengekspresikan diri melalui karya-karya mereka. 

“Kami ingin anak-anak muda Bengkulu sadar bahwa mereka bisa menyampaikan gagasan dan pemikiran mereka melalui tulisan, dan ini sangat penting untuk masa depan kreativitas di daerah kita,” tutupnya.

Dengan semangat yang ditunjukkan oleh komunitas seni di Bengkulu ini, tampak bahwa seni tetap menjadi medium kuat dalam menyuarakan cinta terhadap daerah, bahkan di tengah berbagai tantangan yang ada.

 

 

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla