Alankanews.com,Bengkulu Selatan—Nelayan tradisional di kawasan Pasar Bawah, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, mengeluhkan hasil tangkapan ikan yang drastis menurun akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut selama dua bulan terakhir, Kamis (26/12/2024) Kemarin.
Abdul (68), salah satu nelayan setempat, mengungkapkan bahwa biasanya ia mampu mendapatkan hingga 300 kilogram ikan dalam sehari. Namun, akibat angin kencang dan hujan deras yang sering terjadi, hasil tangkapan kini hanya berkisar 20 kilogram per hari.
“Karena cuaca buruk seperti angin kencang dan hujan, kami para nelayan mendapat ikan jauh lebih sedikit. Bahkan, kalau cuaca benar-benar buruk, kami memilih tidak melaut karena berbahaya bagi keselamatan,” ujar Abdul.
Abdul berharap cuaca segera kembali normal agar para nelayan dapat kembali melaut dengan aman dan mendapatkan hasil tangkapan seperti biasanya. Kondisi saat ini, menurutnya, sangat berdampak pada perekonomian nelayan yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut.
“Kami berharap cuaca ekstrem ini cepat berlalu. Kami kesulitan melaut, dan penghasilan pun jadi berkurang. Ini memengaruhi ekonomi kami yang hanya bergantung pada hasil tangkapan ikan,” harapnya.
Meskipun hasil tangkapan menurun, Abdul menjelaskan bahwa harga ikan di pasaran masih stabil, yakni antara Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per kilogram. Ia optimis permintaan ikan akan tetap ada meskipun pasokan sedang berkurang.
“Minat pembeli untuk ikan tetap ada. Jadi, walaupun hasil tangkapan sedikit, penjualan ikan tetap berjalan,” tututpnya.
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bengkulu Selatan tidak hanya memengaruhi aktivitas nelayan, tetapi juga memunculkan keprihatinan akan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat pesisir. Para nelayan berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk membantu mereka menghadapi situasi ini.
Penulis : Muldianto
Editor : Andrini Ratna Dilla