Alankanews.com,Kota Bengkulu--Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu kembali melakukan pendataan jumlah warga miskin pada tahun 2025 untuk memastikan akurasi data kesejahteraan. Pendataan ini dilakukan dengan melibatkan operator data terpadu yang telah ditempatkan di 67 kelurahan di Kota Bengkulu, Kamis (23/01/2025).
Kepala Dinsos Kota Bengkulu, Sahat M. Situmorang, menyampaikan bahwa operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) akan berperan penting dalam pengusulan warga baru serta pelaporan penghapusan data dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Operator SIKS-NG akan menjadi ujung tombak dalam pengusulan data warga baru dan penghapusan data warga yang tidak lagi memenuhi syarat," ujar Sahat.
Sahat menjelaskan bahwa pendataan ini dilakukan melalui musyawarah bersama Ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat setempat untuk memastikan data yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Warga yang tidak memenuhi syarat akan dihapus dari DTKS, sementara warga miskin baru akan diverifikasi terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam data.
Pada tahun 2024, jumlah warga miskin yang tercatat dalam DTKS Kota Bengkulu mencapai 151 ribu jiwa. Untuk tahun 2025, Dinsos Kota Bengkulu akan melakukan seleksi ulang dengan mengurangi jumlah warga yang tidak layak menerima bantuan sosial.
Sahat juga menyoroti bahwa jumlah warga dalam DTKS bersifat fluktuatif, mengikuti perubahan status kependudukan, seperti meninggal dunia atau pindah daerah. Ia menambahkan bahwa ada pula kasus warga yang mengaku miskin meskipun sudah mampu, dan menegaskan pentingnya validasi serta assessment langsung agar bantuan sosial dapat diberikan secara tepat sasaran.
"Validasi data ini sangat penting untuk memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar sampai kepada yang membutuhkan," tegas Sahat.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla