Alankanews.com,Mukomuko--Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengimbau orang tua untuk mengantar dan menjemput anak-anak ke sekolah guna menjaga keselamatan mereka dari potensi serangan harimau. Hal ini menyusul insiden serangan harimau yang sempat memangsa seorang warga dan seekor sapi di wilayah tersebut, Rabu (15/01/2025).
Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Disdikbud Mukomuko, Ramon Hoski, menjelaskan bahwa sebelumnya sekolah-sekolah di Kecamatan Teras Terunjam terpaksa menerapkan pembelajaran daring sebagai langkah antisipasi. Namun, kini proses belajar di daerah tersebut sudah kembali berjalan secara tatap muka.
"Sekolah di wilayah Kecamatan Teras Terunjam sudah belajar seperti biasa, namun saya sarankan orang tua untuk mengantar dan menjemput anak-anak karena perjalanan ke sekolah cukup jauh," ujar Ramon.
Sebelumnya, Disdikbud Mukomuko sempat meliburkan sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Teras Terunjam setelah serangan harimau yang menewaskan seorang warga, Ibnu Oktavianto (22), dari Desa Tunggal Jaya. Selain itu, seekor sapi milik Deden Nurjamil, warga Desa Mekar Jaya, juga ditemukan mati akibat diserang harimau.
Meskipun hingga saat ini harimau yang memasuki permukiman warga belum berhasil ditangkap dalam perangkap, Ramon menjelaskan bahwa pembelajaran daring tidak bisa dilanjutkan terlalu lama.
"Tidak mungkin sekolah terlalu lama daring, jangan sampai hal ini membuat wilayah ini menjadi mencekam. Kami terus berkoordinasi dengan kepala desa yang lebih paham tentang situasi wilayah, dan kades juga berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)," tambahnya.
Pihak Disdikbud Mukomuko juga rutin melakukan pemantauan dan evaluasi harian untuk memastikan keamanan anak-anak. Setelah situasi dianggap aman, sekolah-sekolah akan kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Tujuh sekolah yang berada di wilayah perlintasan harimau sebelumnya mengusulkan untuk melakukan pembelajaran daring, yaitu SMPN 08 Mukomuko, SMPN 30 Mukomuko, SMPN 41 Mukomuko, SMPN 25 Mukomuko, SDN 09 Selagan Raya, SDN 04 Air Dikit, dan SDN 06 Teras Terunjam. Meskipun demikian, sekolah-sekolah tersebut tetap berkoordinasi dengan kepala desa dan melanjutkan pembelajaran tatap muka setelah kondisi dirasa aman.
Penulis : Elvina Rosa
Editor : Andrini Ratna Dilla