Dugaan Penganiayaan dengan Senjata Tajam di Teluk Ajang, Korban Berusia 49 Tahun

Korban saat ditemukan warga di jalan lintas Desa Teluk Ajang, Kecamatan Air Padang, Kamis (13/02/2025) Foto: Tangkapan Layar FB Imein Jesika Ka Ka/Alankanews.com

 

Alankanews.com, Bengkulu Utara -- Sebuah peristiwa dugaan penganiayaan dengan senjata tajam terjadi di jalan lintas Desa Teluk Ajang, Kecamatan Air Padang, Kamis (13/02/2025) sekitar pukul 10.12 WIB. Korban yang diketahui bernama Mahdi (49), warga Desa Teluk Ajang, mengalami luka tusuk dan saat ini tengah mendapatkan penanganan medis di RSUD Arga Makmur.

Berdasarkan keterangan awal dari warga yang mengantar korban ke rumah sakit, tersangka diduga adalah adik sepupu korban dengan inisial RO. 

“Iya yang nujah itu adik sepupunya sendiri,” ujar Nurmeli, salah satu saksi mata.

Meski kronologi dan motif penganiayaan ini masih dalam proses penyelidikan, informasi sementara menyebutkan bahwa tersangka memiliki riwayat gangguan jiwa dan baru saja keluar dari perawatan di rumah sakit jiwa. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai faktor psikologis yang mungkin berperan dalam kejadian ini.

Kejadian bermula ketika seorang ibu muda yang sedang melintasi jalan antara Desa Teluk Ajang dan Desa Kembang Manis menemukan seorang pria bersimbah darah. Pria tersebut diduga baru saja ditusuk dengan senjata tajam. Rekaman video siaran langsung dari kejadian yang beredar di media sosial FB Imein Jesika Ka Ka telah ditonton lebih dari 1.800 kali dan dibagikan sebanyak 2.600 kali. Dalam video tersebut terdengar suara seorang ibu yang mengenali korban:

“Tolong ya Allah, ini luka kena tujah warga Teluk Ajang ayahnya Rati, kita duluan ke Desa Teluk Ajang memberitahukan ke warga. Ini kayaknya bapaknya Rati.”

Pihak kepolisian, melalui Mapolres Bengkulu Utara, telah mengamankan tersangka dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap motif serta kronologi lengkap dari peristiwa tersebut. Masyarakat dihimbau untuk memberikan informasi tambahan yang dapat membantu proses pengungkapan kasus ini.

Update lebih lanjut mengenai perkembangan penyelidikan dan kondisi korban akan disampaikan seiring dengan berjalannya proses hukum.

 

Reporter: Indra 

Editor:  Andrini Ratna Dilla