Alankanews.com,Kota Bengkulu--Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu mencatatkan angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan angka kelahiran pada tahun 2024. Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 1.156 anak lahir sepanjang tahun tersebut, sementara jumlah kematian warga mencapai 2.409 orang, Kamis (23/01/2025).
Kepala Dinas Dukcapil Kota Bengkulu, Widodo, menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh melalui proses pendataan yang dilakukan setiap kali penerbitan akta kelahiran dan akta kematian.
"Setiap kelahiran dan kematian warga dicatat secara resmi, dengan penerbitan akta kelahiran dan akta kematian yang sesuai," ujar Widodo.
Widodo juga mengungkapkan bahwa jumlah anak usia 0-17 tahun di Kota Bengkulu tercatat sebanyak 120.475 orang. Dari jumlah tersebut, 95,5 persen sudah memiliki akta kelahiran, yaitu sekitar 119.928 anak yang tercatat secara resmi. Angka ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat untuk melengkapi dokumen administrasi kependudukan.
Menurut Widodo, data yang akurat dan valid sangat penting dalam menjalankan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Ia menegaskan bahwa administrasi yang baik dan tepat waktu akan mempermudah pelaksanaan berbagai program dan kebutuhan yang berkaitan dengan kependudukan.
"Data yang benar dan valid menjadi modal besar dalam menjalankan berbagai aspek kehidupan. Dengan administrasi yang baik, semua pekerjaan dan keperluan lainnya bisa berjalan lebih lancar," tambah Widodo.
Dinas Dukcapil juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya pencatatan administrasi kependudukan yang tepat dan valid. Pencatatan yang akurat akan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan daerah serta mempermudah akses layanan publik dan program sosial yang ada. Dukcapil mengimbau warga untuk memastikan kelengkapan dokumen administrasi, seperti akta kelahiran dan akta kematian, demi kelancaran berbagai layanan yang disediakan pemerintah.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla