Ekspor Cangkang Sawit Bengkulu Terpuruk, Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai Jadi Kendala Utama

Pelabuhan Pulau Baai, di Provinsi Bengkulu, Jumat (17/01/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Provinsi Bengkulu--Ekspor cangkang sawit dari Provinsi Bengkulu mengalami penurunan yang signifikan sepanjang 2024. Berdasarkan data dari Kantor Bea Cukai Bengkulu, hanya ada satu kali pengapalan untuk pasar internasional tahun ini, jauh berkurang dibandingkan dengan 2023 yang tercatat hampir lima kali ekspor, Jumat (17/01/2025).

Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Bengkulu, Koen Rachmanto, penyebab utama penurunan ini adalah kondisi pendangkalan yang terjadi di Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu.

Pendangkalan tersebut membuat proses pengangkutan barang, khususnya cangkang sawit, dari pelabuhan ke kapal pengangkut menjadi sangat sulit dan membutuhkan waktu lebih lama. Hal ini memaksa para eksportir untuk memindahkan pengiriman ke pelabuhan terdekat di provinsi lain, yang tidak tercatat dalam data ekspor Bengkulu.

Koen menjelaskan, untuk mengatasi masalah pendangkalan ini, pengangkutan cangkang sawit dari pelabuhan dilakukan menggunakan tongkang. Proses ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga meningkatkan biaya logistik secara signifikan. Akibatnya, banyak eksportir merasa kesulitan untuk mengendalikan biaya pengiriman, yang pada gilirannya mengurangi daya saing produk di pasar internasional.

“Kondisi ini berdampak buruk pada efisiensi operasional kami. Kami harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa tongkang, yang menyebabkan harga produk kami lebih mahal dibandingkan dengan kompetitor dari daerah lain,” ungkap salah satu eksportir yang enggan disebutkan namanya.

Koen Rachmanto juga menegaskan bahwa untuk meningkatkan kelancaran ekspor dan daya saing komoditas dari Bengkulu, diperlukan dukungan dari pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan pengerukan secara berkala di Pelabuhan Pulau Baai. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan aktivitas ekspor dari Bengkulu akan kembali meningkat, memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

“Kami berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi pelabuhan, karena itu sangat krusial bagi keberlangsungan ekspor komoditas unggulan Bengkulu,” harap Koen.

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla