Ekspor Provinsi Bengkulu Oktober 2024 Naik 61,57%, Batubara Jadi Komoditas Utama

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Ir Win Rizal ME, di Bengkulu, Jumat (10/01/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Provinsi Bengkulu--Nilai ekspor Provinsi Bengkulu pada bulan Oktober 2024 tercatat mencapai US$ 20,42 juta, mengalami kenaikan signifikan sebesar 61,57 persen dibandingkan bulan September 2024 yang hanya sebesar US$ 12,64 juta. Meskipun ada lonjakan ekspor, angka ini masih lebih rendah 19,55 persen dibandingkan dengan Oktober 2023 yang tercatat sebesar US$ 25,38 juta, Jumat (10/01/2025).

Kenaikan ekspor tersebut sebagian besar disebabkan oleh lonjakan permintaan komoditas batubara dan lintah. Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Ir Win Rizal ME, menjelaskan bahwa ekspor batubara meningkat pesat hingga 95,24 persen, sementara ekspor lintah juga mengalami kenaikan sebesar 76,09 persen.

“Ekspor batubara dan lintah memang menjadi penopang utama pertumbuhan ekspor kita di bulan Oktober ini,” ujar Win Rizal.

Namun, ada penurunan signifikan pada ekspor karet yang tercatat turun 56,58 persen, serta komoditas lainnya yang mengalami penurunan hingga 96,99 persen.

“Ekspor karet dan komoditas lainnya memang turun, namun kami tetap berfokus pada pengembangan komoditas unggulan seperti batubara yang permintaannya semakin meningkat,” tambah Win Rizal.

Pada bulan Oktober 2024, batubara mendominasi ekspor Provinsi Bengkulu dengan nilai mencapai US$ 19,87 juta atau sekitar 97,33 persen dari total ekspor. Sedangkan ekspor karet, lintah, dan komoditas lainnya masing-masing mencatatkan kontribusi yang lebih kecil.

Pelabuhan Pulau Baai menjadi pelabuhan utama untuk ekspor Bengkulu dengan nilai ekspor mencapai US$ 19,87 juta (97,33 persen). Diikuti oleh Pelabuhan Boom Baru di Sumatera Selatan dengan nilai ekspor US$ 0,53 juta (2,59 persen), dan Pelabuhan Soekarno Hatta yang hanya mencatatkan ekspor US$ 0,02 juta (0,08 persen).

Bengkulu mengarahkan ekspor ke berbagai negara, dengan India menjadi negara tujuan utama dengan total ekspor US$ 6,05 juta (29,63 persen). Diikuti oleh Filipina (US$ 4,09 juta), Pakistan (US$ 3,51 juta), dan Thailand (US$ 3,33 juta). Ekspor terbesar ke negara-negara tersebut didominasi oleh batubara.

“Harapan kami adalah bisa terus mempertahankan dan bahkan meningkatkan ekspor, terutama ke pasar global yang semakin terbuka, seperti India dan negara ASEAN lainnya,” tutup Win Rizal.

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla