Forum Petani Bersatu Seluma Desak PT SIL Tangani Penyelesaian Konflik Agraria

Forum Petani Bersatu Seluma Desak Penyelesaian Konflik Agraria, di Seluma, Selasa (14/01/2025).Foto:Septon/Alankanews.com

Alankanews.com,Seluma--Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Forum Petani Bersatu (FPB) Seluma mendatangi kantor PT Sandabi Indah Lestari (SIL) di Kabupaten Seluma,untuk menuntut perusahaan segera menyerahkan dokumen yang diminta oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Bengkulu, Selasa (14/01/2025).

Aksi ini dilakukan sebagai upaya mendorong penyelesaian konflik agraria yang telah berlangsung selama 13 tahun antara FPB dan PT SIL. Sebanyak 30 anggota FPB hadir dalam aksi tersebut.  

"Kami sangat berharap pihak PT SIL segera menyerahkan dokumen yang diminta oleh Kanwil BPN Provinsi Bengkulu agar konflik ini segera terselesaikan," ujar Iwan, salah seorang anggota FPB.  

Menurut Iwan, FPB telah menyerahkan dokumen yang diminta dalam audiensi kedua di Kanwil BPN pada 16 Desember 2024. Namun, hingga saat ini, PT SIL belum memberikan dokumen yang diperlukan, meskipun surat permintaan resmi telah dikirimkan oleh Kanwil BPN pada 20 Desember 2024.  

FPB mengungkapkan bahwa penyelesaian konflik kini tertunda karena Kanwil BPN masih menunggu dokumen dari pihak PT SIL.

 "Kami tidak ingin konflik yang sudah 13 tahun ini terus dibiarkan berlarut-larut," tegas Jamil, anggota FPB lainnya.  

Sebelumnya, dalam audiensi yang digelar Oktober 2024, Kanwil BPN meminta kedua pihak menyerahkan dokumen data inventarisasi lahan dan titik koordinat di peta sebagai langkah awal penyelesaian. Namun, hingga kini, hanya FPB yang telah memenuhi permintaan tersebut.  

Dwi Haryanto, Manager Kebun PT SIL yang baru menjabat, menyatakan bahwa pihaknya akan mempelajari surat dan dokumen yang diberikan oleh FPB.

 "Saya akan pelajari terlebih dahulu surat yang disampaikan ini, mengingat saya baru menjabat," ujarnya.  

FPB menegaskan bahwa aksi ini bukanlah yang terakhir. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal proses penyelesaian konflik hingga selesai, termasuk mengawasi langkah PT SIL dalam menanggapi surat Kanwil BPN.  

Masyarakat berharap PT SIL dapat segera memenuhi permintaan dokumen guna mempercepat penyelesaian konflik agraria ini. Kejelasan terkait hak atas lahan sangat penting bagi kesejahteraan petani yang selama ini terlibat dalam konflik tersebut.

Penulis : Septon

Editor : Andrini Ratna Dilla