Alankanews.com,Provinsi Bengkulu--Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Bengkulu mengalami penurunan signifikan pada periode Februari 2025 dibandingkan Januari 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh laporan penjualan produk turunan kelapa sawit yang disampaikan oleh perusahaan, Jumat (07/02/2025).
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Bickman Panggarbesi, mengungkapkan bahwa harga TBS sawit untuk usia tanam 10-20 tahun turun menjadi Rp2.643 per kilogram, atau anjlok Rp1.126 dari harga Januari yang mencapai Rp3.769 per kilogram.
“Penurunan harga ini dipengaruhi oleh faktor harga Crude Palm Oil (CPO) dan kernel yang mengalami penurunan. Keputusan penetapan harga dilakukan secara transparan berdasarkan indeks K, harga CPO, dan harga kernel,” ujar Bickman.
Berdasarkan data dari 14 pabrik kelapa sawit di Bengkulu, harga CPO Februari tercatat Rp12.856,66 per kilogram, turun dari harga Januari sebesar Rp17.829,88 per kilogram. Sementara itu, harga kernel juga mengalami sedikit penurunan, dari Rp10.931,39 per kilogram di Januari menjadi Rp10.103,15 per kilogram di Februari.
Meski indeks K mengalami sedikit kenaikan dari 87,44 persen di Januari menjadi 88,36 persen di Februari, hal ini belum cukup untuk menahan laju penurunan harga TBS.
Harga TBS Sawit Berdasarkan Usia Tanam
- *Usia 3-9 tahun: Rp2.233,47 – Rp2.614,40 per kilogram (Januari: Rp3.184,02 – Rp3.716,47 per kilogram)
- *Usia 10-20 tahun: Rp2.643 per kilogram (Januari: Rp3.769 per kilogram)
- *Usia 11-25 tahun: Rp2.420,11 – Rp2.680,73 per kilogram (Januari: Rp3.391,37 – Rp3.767,92 per kilogram)
Menanggapi kondisi ini, Bickman Panggarbesi mengimbau para petani untuk tetap menjaga kualitas TBS mereka agar harga dapat kembali naik. Selain itu, ia menekankan pentingnya kemitraan antara petani dan pabrik minyak sawit (PMS) sebagai upaya menjaga stabilitas harga.
“Kemitraan yang baik antara petani dan pabrik akan membantu menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya.
Dengan kondisi harga yang terus berfluktuasi, petani sawit di Bengkulu diharapkan dapat terus beradaptasi dan memperkuat kemitraan dengan pabrik guna menghadapi dinamika pasar kelapa sawit.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla