Alankanews.com, Bengkulu-- Akibat musim kemarau panjang yang melanda setiap Daerah di Provinsi Bengkulu salah satunya di Kecamatan Pino Raya kabupaten Bengkulu Selatan membuat hasil panen para petani kelapa sawit anjlok.
Hal ini dibenarkan oleh Dandri, Salah seorang pemilik kebun sawit di Desa Napal Melintang. Ia mengatakan akibat kemarau kondisi kebun sawit kering sehingga banyak pohon sawit yang tidak berbuah, bahkan sebagian daun sawit mulai menguning menandakan akan mati.
“Daun-daun sawit sudah mulai menguning, buah nya sedikit, bahkan banyak yang gak jadi buah karena kekurangan air,” jelas Dandri, Rabu (18/10).
Selain itu Dandri juga mengatakan, imbas musim kemarau ini hasil panen anjlok yang tadinya bisa mencapai 3 Ton dalam sekali panen, tetapi saat ini kurang dari 1 Ton.
“Imbas dari musim kemarau, hasil panen petani kelapa sawit di desa Napal Melintang jatuh anjlok tadinya 3 Ton per hektar dalam sekali panen, kini lebih kurang cuma 600 kilo gram per hektar,” sambung Dandri.
Adapun harga kelapa sawit mengalami kenaikan yang sebelumnya Rp. 1.450 per kilo gram menjadi Rp. 1.850 per Kilo gram.
“ Memang harga kelapa sawit naik, yang sebelumnya Rp. 1.450 naik menjadi Rp 1.850 akan tetapi buah nya yang habis akibat musim kemarau, dan harapannya musim kemarau ini segera berakhir” tutup Dandri
Reporter : Beta Kurnia
Editor : Aisyah Oktavia