Alankanews.com, Seluma -- Dalam sepekan terakhir, masyarakat di kawasan Talo Raya, khususnya di Kecamatan Talo, Kecamatan Talo Kecil, dan Kecamatan Ilir Talo dihebohkan dengan informasi mengenai dugaan penculikan anak. Kabar tersebut ramai beredar di media sosial, terutama di Facebook, hingga memicu kekhawatiran di kalangan warga.
Informasi yang beredar menyebutkan adanya seorang wanita dengan ciri-ciri rambut kusut yang sering terlihat berjalan di sepanjang jalan raya di wilayah desa. Penampilan wanita tersebut memicu kecurigaan warga, terutama para ibu-ibu, yang khawatir anak-anak mereka menjadi target penculikan.
Salah satu unggahan yang menyebarkan informasi ini berasal dari akun Facebook bernama Novita Sari. Dalam unggahannya, ia membagikan foto seorang wanita yang tengah duduk santai di depan sebuah ruko di Kecamatan Talo.
"Diduga PENCULIK. Video 1 jam yang lalu, tetap harus waspada terhadap orang yang mencurigakan tanpa identitas. Takutnya bukan cuma 1 orang ini, soalnya dalam beberapa jam dari Seginim tiba-tiba sudah di Talo. Logikanya kalau jalan kaki pasti lama," tulis Novita Sari dalam keterangan unggahannya.
Menanggapi keresahan masyarakat, Kapolsek Talo, M. Haryanto, S. Sos, memberikan klarifikasi terkait isu tersebut. Ia membantah adanya aksi penculikan anak di wilayah Talo Raya. Setelah dilakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), pihaknya menemukan bahwa wanita yang dicurigai sebagai pelaku penculikan tersebut merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
"Kami sudah melakukan penyelidikan terkait informasi yang beredar di media sosial. Hasilnya, wanita yang disebut sebagai penculik itu ternyata ODGJ. Masyarakat tidak perlu resah, namun tetap diimbau untuk selalu waspada dan melapor jika menemukan hal mencurigakan," jelas Kapolsek Talo, M. Haryanto, S. Sos, kepada wartawan, Senin (18/2).
Kapolsek juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya dan mengedepankan konfirmasi kepada pihak berwenang sebelum menyebarluaskan informasi di media sosial.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah termakan isu yang belum tentu benar. Jika ada kejadian mencurigakan, segera laporkan kepada kami agar dapat segera ditindaklanjuti," tambahnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya.
Penulis : Septon
Editor : Andrini Ratna Dilla