Jumlah Pengidap HIV di Provinsi Bengkulu Meningkat, Capai 1.192 Kasus

Peningkatan Kasus HIV di Provinsi Bengkulu, Seni (23/12/2024).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Provinsi Bengkulu--Jumlah pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Provinsi Bengkulu terus mengalami peningkatan selama 13 tahun terakhir. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu mencatat hingga tahun 2024, total pengidap HIV telah mencapai 1.192 orang, dengan rata-rata empat penderita meninggal dunia setiap tahunnya, Senin (23/12/2024).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Provinsi Bengkulu, Ruslian, S.KM, M.Si, menjelaskan bahwa sejak tahun 2011, jumlah kasus HIV menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.

“Sejak pertama kali terdata pada tahun 2011, jumlah pengidap HIV di Bengkulu terus bertambah. Ini menunjukkan bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman serius yang memerlukan perhatian bersama,” ujar Ruslian 

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan jumlah kasus dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan masih adanya stigma sosial terhadap pengidap HIV.

“Salah satu tantangan terbesar adalah stigma yang membuat pengidap ragu untuk memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan yang sesuai,” lanjut Ruslian.

Dinkes Provinsi Bengkulu, menurut Ruslian, telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kasus HIV, seperti kampanye edukasi, penyuluhan kesehatan, serta pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat yang terpapar risiko tinggi. Namun, ia menegaskan bahwa diperlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk mengendalikan penyebaran HIV.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah, masyarakat, dan organisasi non-pemerintah harus bersinergi untuk meningkatkan kesadaran dan mendukung para pengidap agar bisa menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik,” tutup Ruslian.

Peningkatan jumlah pengidap HIV di Bengkulu menjadi alarm penting untuk meningkatkan edukasi tentang penyakit ini. Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga dibutuhkan untuk menekan laju penyebarannya dan memberikan perlindungan bagi generasi mendatang.

Penulis : Aisyah Aprrielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla