Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kabupaten Kaur Meningkat, Tanjung Kemuning Jadi Fokus Utama

65 kasus GHPR terjadi di Kabupaten Kaur, Minggu (16/02/2025). Foto : Dandi / Alankanews.com

Alankanews.com, Kaur -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat adanya peningkatan kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di wilayah tersebut sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 65 kasus GHPR terjadi di Kabupaten Kaur, meningkat dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan 41 kasus.

Kecamatan Tanjung Kemuning menjadi wilayah dengan kasus GHPR tertinggi di Kabupaten Kaur. Bahkan, wilayah ini disebut sebagai "rabies center" di Provinsi Bengkulu karena setiap tahun selalu mencatatkan lebih dari 10 kasus GHPR.

Kepala Dinkes Kaur Yasman AMK., M.Pd., melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) H. Sapuan Ilyas SKM., M.AP., membenarkan peningkatan tersebut dan menyoroti tingginya kasus di Kecamatan Tanjung Kemuning.

"Tahun lalu kita catat ada sebanyak 65 warga Kaur yang terkena GHPR, paling banyak masih dari Kecamatan Tanjung Kemuning," ungkap H. Sapuan Ilyas, Minggu (16/2).

Menurutnya, salah satu penyebab tingginya kasus GHPR di Kecamatan Tanjung Kemuning adalah banyaknya warga yang memelihara hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan monyet. Mirisnya, banyak di antara hewan tersebut yang dibiarkan berkeliaran bebas sehingga meningkatkan risiko gigitan terhadap warga sekitar.

"Masih banyak warga yang memelihara hewan penular rabies dan membiarkannya berkeliaran. Hal ini tentu memperbesar kemungkinan terjadinya gigitan," tambahnya.

Dinkes Kaur mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan mereka. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi dan vaksinasi rabies guna menekan angka kasus GHPR di wilayah tersebut.

"Kami terus melakukan edukasi dan vaksinasi rabies secara berkala, khususnya di wilayah yang menjadi fokus utama seperti Kecamatan Tanjung Kemuning," pungkas H. Sapuan Ilyas.

 

Penulis : Dandi Febriawan

Editor : Andrini Ratna Dilla