Alankanews.com, Bengkulu-- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DAMKAR) Kota Bengkulu, memiliki strategi dalam memadamkan api saat kebakaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Kota Bengkulu pada Kamis 28 Desember 2023 kemarin.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DAMKAR) Kota Bengkulu, Yuliansyah, menjelaskan strategi yang diterapkan dalam pemadaman kebakaran tersebut dengan melokalisir karena ada yang perlu diselamatkan.
"Sebenarnya kami kesulitan dalam akses masuk ke dalam, selang yang kami gunakan itu 160 meter, karena didekat SMK 3 itu banyak rumah penduduk, Masjid, SMP 2 dan SMK 1 jadi kami memutuskan untuk menghentikan api jangan sampai bangunan lain ikut terbakar, karena bagunan belakang dan bagunan depan itu sudah terbakar," ujar Yuliansyah di Kantor Dinas Damkar Kota Bengkulu, Jumat (29/12).
Dalam kesempatan ini, Yuliansyah berterimakasih kelapa pihak-pihak tertuntu yang sudah membantu dalam proses pemadaman api tersebut.
"Kami sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat kemaren, dari Kepolisan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, rekan-rekan Redkar yang selama ini kita bina ikut bergabung bersama kami dalam menangani kebakaran di SMK 3 kemarin," jelas Yuliansyah
Ditambahnya, untuk penyebab kebakaran itu belum tau, masih menunggu dari pihak kepolisian, tapi dilihat dari titik awal api dibelakang dan laporan pertama yang masuk oleh damkar itu apinya dari pelapon atas lantai 2.
"Kemarin itu ada ledakan gas yang luar biasa tapi kami belum tau ada berapa gas yang meledak, yang jelas gas meledak itu dari daerah kantin dan lab praktek tata boga sehingga sebagian bangunan yg paling pertama diujung itu roboh, untuk pastinya akibat kebakaran ini kita tunggu dari pihak kepolisan yang akan menentukan akibat kebakaran di SMK 3," sambungnya.
Yuliansya juga mengatakan jika dibagian belakang sekolah dititik kebakaran itu terdapat banyak alat-alat dari ruang praktek.
"Untuk ruangan yang terbakar itu ada sekitar 33 ruangan, yang kami pikirkan kemarin itu bagaimana kami menyelamatkan beberapa tabung-tabung gas lpg 3kg diruang praktek dan kami langsung evaluasi, karena jika tidak kami selamatakan tabung gas itu saya tidak bisa bayangkan ledakannya yang besar dan akan menyambar ketempat lain," tutupnya.
Reporter : Beta Kurnia
Editor : Aisyah Oktavia