Alankanews.com,Kota Bengkulu--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mengumumkan bahwa wilayahnya telah bebas dari malaria selama empat tahun terakhir, menandakan keberhasilan Kota Bengkulu dalam mengeliminasi penyebaran penyakit malaria. Senin (20/01/2025).
Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, menjelaskan bahwa Kota Bengkulu telah mencapai status zero kasus malaria. Meski demikian, ia menegaskan bahwa jika ada kasus malaria yang terjadi, hal tersebut disebabkan oleh penularan dari luar daerah.
"Jika ada kasus malaria yang terjadi di Kota Bengkulu, itu berasal dari penularan luar daerah. Kota Bengkulu sendiri telah dinyatakan bebas malaria, meski kami tetap waspada terhadap potensi penularan dari luar," ujar Joni.
Sebagai bukti pencapaian tersebut, Dinkes Kota Bengkulu menerima sertifikat eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 9 Maret 2020. Sertifikat ini menandakan bahwa Kota Bengkulu telah berhasil mengendalikan penyebaran malaria dengan efektif.
Malaria, yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina, dapat menyebabkan infeksi serius yang menyerang sel darah merah setelah berkembang biak di organ hati. Nyamuk tersebut aktif menggigit pada malam hari, dan hingga kini tetap menjadi perhatian dalam upaya pengendalian penyakit ini.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla