Alankanews.com,Kota Bengkulu--Kota Bengkulu kini memiliki 66 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tersebar di seluruh kelurahan. Penambahan 36 TBM baru yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada tahun ini melengkapi 30 TBM yang telah ada sebelumnya, menjadikan Kota Bengkulu sebagai salah satu kota dengan jumlah TBM terbanyak di wilayahnya, Sabtu (25/01/2025).
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu, Mukhlis, mengatakan bahwa dukungan dari Perpusnas berupa 1.000 buku dengan berbagai judul, rak, dan perlengkapan mebel untuk setiap TBM akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas layanan di setiap TBM.
“Dengan tambahan 36 TBM ini, kami berharap minat baca masyarakat semakin meningkat. TBM dapat menjadi sarana untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi masyarakat, sehingga kualitas sumber daya manusia di Kota Bengkulu juga semakin baik,” ujar Mukhlis
Mukhlis juga menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk memperluas akses literasi di tingkat lokal dan meningkatkan budaya membaca. Beberapa kelurahan bahkan memiliki lebih dari satu TBM, memperlihatkan komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas literasi yang mudah diakses oleh masyarakat.
Selain penambahan TBM, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu juga mengusulkan program pojok baca untuk lima kelurahan. Saat ini, pihaknya sedang melakukan survei untuk menentukan kelurahan yang layak untuk program tersebut. Pojok baca ini berbeda dengan TBM karena berfokus pada penyediaan ruang baca yang lebih kecil dan lebih terjangkau di kelurahan tertentu.
Tak hanya itu, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan juga melanjutkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang mencakup perpustakaan keliling (Pusling), bimbingan teknis, sosialisasi, dan berbagai kegiatan lainnya yang mendukung peningkatan akses informasi.
Dengan semakin banyaknya TBM dan berbagai program literasi lainnya, Kota Bengkulu semakin memperkuat komitmennya untuk mendorong budaya membaca dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi warganya.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla