KUA, BKKBN dan Kecamatan Bang Haji Jalin Kerja Sama Untuk Cegah Stunting

Kepala KUA dan Penyuluh Agama KUA Kecamatan Bang Haji Mengikuti kegiatan pencapaian program pembangunan keluarga percepatan penurunan stunting, Kamis (21/12)/(Foto:Beta)

Alankanews.com, Bengkulu-- Kepala KUA dan Penyuluh Agama KUA Kecamatan Bang Haji Mengikuti kegiatan pencapaian program pembangunan keluarga percepatan penurunan stunting dan berupaya secara maksimal dalam menangani stunting yang berada di Kecamatan Bang Haji, Peran KUA sangat penting dalam memberikan informasi dan edukasi ke masyarakat atau calon pengantin melalui bimbingan perkawinan pranikah agar dapat melakukan upaya preventif terhadan Stunting bagi pasutri baru.

kepala Kua Kec. Bang Haji Teddy Safutra, S.HI Bersama Penyuluh Agama Islam KUA Bang Haji mengikuti kegiatan di UPT KB kecamatan yang berada di Desa Bang Haji bersama Lintas sektor yang lainnya  pada hari Selasa 19 Desember 2023, yang terdiri dari camat, Polsek, Koramil, KUA, UPT KB, Puskesmas dan Desa untuk melakukan rapat evaluasi Lokakarya Mini Program Bangga Kencana mengenai Percepatan penurunan Stunting.

Dalam kerja sama lintas sektor di wilayah kecamatan Bang Haji, masing-masing sektor memiliki tugas pokok dan fungsi pencegahan dan meminimalisir angka Stunting berdasarkan kewenangannya.

Dalam arahannya Kepala KUA menyampaikan untuk mencegah stunting perlu keterlibatan semua pihak bahkan sejak pasangan akan menikah. Disinilah Peran KUA sangat penting sebagai lini yang paling dekat dengan masyarakat, bagi setiap catin yang akan menikah, akan dibekali berbagai hal. Disamping itu Kepala KUA juga menyampaikan pada instansi dunia Pendidikan (Guru) agar dapat mengingatkan siswa/I di sekolahnya supaya untuk dapat menghindari pergaulan yang tidak baik yang mengakibatkan terjadinya pernikahan dini yang kemudian berdampak terjadinya stunting.

"Untuk mencegah terjadinya stunting harus ada upaya mengawal mulai dari 1000 hari pertama kehidupan, yaitu pada saat terjadinya konsepsi sampai usia anak 2 tahun, karena kalau sudah terjadi stunting dan dilakukan intervensi terkait kebutuhan gizinya, keberhasilannya minim sekali, hanya 20 persen saja. Maka dari itu sangat diperlukan peran setiap sektor untuk mencegah terjadinya stunting," ujat Teddy, Kamis (21/12). 

 

Reporter : Beta Kurnia

Editor : Aisyah Oktavia