Alankanews.com,Kota Bengkulu--Sejak dibuka pada Maret 2023, Mal Pelayanan Publik (MPP) Harapan dan Doa Kota Bengkulu telah menarik lebih dari 100 ribu pengunjung. Namun, meski memiliki fasilitas Pojok Baca Digital (Pocadi), pemanfaatan fasilitas ini masih tergolong minim oleh masyarakat, Selasa (21/01/2025).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bengkulu, Irsan Hidayat, mengungkapkan bahwa Pocadi, yang mulai beroperasi sejak 2024, seharusnya menjadi sarana yang bermanfaat bagi pengunjung, tetapi masih sedikit yang memanfaatkannya.
"Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat tahu dan mau memanfaatkan fasilitas ini. Pocadi memiliki banyak literatur fisik dan digital yang sangat bermanfaat," ujar Irsan.
Pocadi merupakan program dari Perpustakaan Nasional yang menyediakan berbagai bahan bacaan dalam format fisik dan digital. Fasilitas ini dapat diakses secara gratis melalui komputer atau tablet yang disediakan di ruang Pocadi. Didesain untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat, Pocadi sangat berguna bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang sedang menunggu layanan di MPP.
Irsan menjelaskan bahwa fasilitas ini sangat relevan bagi mahasiswa yang membutuhkan referensi untuk penelitian atau penulisan skripsi.
“Selain itu, masyarakat yang menunggu antrean layanan juga dapat menggunakan waktu dengan lebih produktif melalui membaca di Pocadi,” tambahnya.
Dengan keberadaan Pocadi, pihak MPP berharap agar masyarakat Bengkulu dapat memanfaatkan waktu tunggu dengan kegiatan yang lebih edukatif. Program ini juga diharapkan dapat mendorong budaya membaca di kalangan masyarakat yang lebih luas.
DPMPTSP Kota Bengkulu berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membaca dan pemanfaatan fasilitas ini. Mereka berharap, ke depannya, Pocadi dapat lebih banyak dimanfaatkan oleh pengunjung sebagai sarana untuk memperoleh informasi dan menambah wawasan.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla