Alankanews.com,Bengkulu Selatan--Puncak libur tahun baru 2025 beberapa waktu lalu memberikan berkah bagi pedagang di Pasar Bawah, Kabupaten Bengkulu Selatan. Setiap tahun, objek wisata andalan ini selalu dipadati oleh pengunjung dari berbagai kota dan daerah. Namun, di balik antusiasme pengunjung, muncul keluhan terkait fasilitas yang ada di Pasar Bawah yang banyak rusak dan tidak bisa digunakan, Jumat (03/01/2025).
Salah satu pengunjung, Suci (23), dari Tanjung Sakit, Kabupaten Lahat, mengungkapkan kebahagiaannya berlibur bersama keluarga ke Bengkulu Selatan, terutama karena jarak yang dekat dengan Lahat. Namun, saat mengunjungi Pasar Bawah, ia merasa kurang puas dengan kondisi fasilitas yang rusak, seperti gazebo dan kamar mandi umum.
“Pasar Bawah sudah cukup terkenal, dan tujuan kami ke sini memang ingin menikmati pantai. Sayang sekali fasilitasnya banyak yang rusak,” ujar Suci.
Suci berharap agar pengelola dan pihak yang bertanggung jawab dapat segera memperbaiki fasilitas tersebut, agar pengunjung tidak kecewa.
"Mudah-mudahan bisa diperbaiki agar pengunjung puas," tambahnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Yanti (36), seorang pengunjung asal Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang rutin menghabiskan libur tahun baru di Pasar Bawah bersama keluarganya. Yanti menyebutkan bahwa daya tarik utama pantai ini adalah suasana yang tenang, pemandangan indah, dan akses yang mudah dijangkau. Namun, ia juga menyoroti beberapa aspek yang perlu diperbaiki, seperti kebersihan dan kenyamanan.
"Pantai ini sebenarnya sudah bagus, tapi kami ingin tempat ini lebih bersih dan nyaman. Kalau bisa, ada tambahan fasilitas seperti tempat duduk yang memadai, toilet yang bersih, dan keamanan yang terjamin tanpa gangguan dari pihak-pihak tak bertanggung jawab," tutur Yanti.
Menurut Yanti, Pantai Pasar Bawah memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata, terutama karena keindahan pantainya dengan pasir putih yang membentang sepanjang garis pantai. Lokasinya yang strategis, dekat dengan pemukiman warga dan pusat kota, juga membuatnya mudah diakses oleh wisatawan dari berbagai daerah. Namun, ia menilai bahwa potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Kurangnya perhatian terhadap pengelolaan fasilitas wisata sering kali menjadi keluhan pengunjung, seperti kebersihan pantai, fasilitas umum, dan pengelolaan parkir," tambahnya.
Yanti berharap dengan pengelolaan yang lebih baik, Pantai Pasar Bawah bisa menarik lebih banyak wisatawan dan juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
"Seharusnya dengan pengelolaan yang lebih baik, pantai ini tidak hanya dapat menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga meningkatkan perekonomian lokal," tututpnya.
Libur Nataru 2025 ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melihat potensi besar Pantai Pasar Bawah. Sebagai ikon wisata Bengkulu Selatan, Pantai Pasar Bawah diharapkan bisa menjadi contoh pengelolaan wisata yang ramah lingkungan, nyaman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.
Dengan perhatian dan perbaikan fasilitas yang tepat, potensi besar kawasan ini dapat diwujudkan, menjadikannya destinasi wisata yang semakin diminati dan memberikan dampak positif bagi daerah.
Penulis : Muldianto
Editor : Andrini Ratna Dilla