Peluncuran Cek Kesehatan Gratis Ditunda Hingga Pelantikan Kepala Daerah Terpilih

Dinkes Provinsi Bengkulu, Senin (10/01/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Bengkulu-- Peluncuran program cek kesehatan gratis untuk masyarakat yang semula direncanakan pada hari ini 10 Februari 2025, terpaksa ditunda hingga pelantikan kepala daerah terpilih usai. Penundaan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Drg. Endriwan Mansyur, MM, pada Minggu (09/02/2025) kemarin.

Endriwan menjelaskan bahwa penundaan ini terjadi setelah adanya koordinasi nasional. 

"Rencananya, peluncuran cek kesehatan gratis ini akan digelar serentak di seluruh daerah pada 10 Februari 2025, namun setelah koordinasi lebih lanjut, pelaksanaannya diundur hingga pelantikan kepala daerah baru selesai," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan program nasional ini diundur mengikuti peluncuran program serupa, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang juga diundur hingga 17 Februari 2025. 

"Kami menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan program ini," katanya.

Meski dengan penundaan ini, Dinkes Provinsi Bengkulu tetap fokus pada persiapan pelaksanaan cek kesehatan gratis tersebut. Endriwan menuturkan, saat ini pihaknya tengah mematangkan persiapan dengan melibatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih serta fasilitas kesehatan (Faskes) di Bengkulu yang siap mendukung pelaksanaan program ini. 

"Kami terus mempersiapkan SDM, laboratorium, dan melakukan simulasi untuk memastikan kesiapan dalam pelaksanaan program ini," tambahnya.

Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini, persiapan fasilitas kesehatan di Bengkulu telah mencapai 60 hingga 80 persen. Namun, mekanisme pelaksanaan cek kesehatan gratis ini masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. 

"Saat ini kita belum mendapatkan petunjuk teknisnya, jadi kami masih menunggu arahan lebih lanjut," ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan kesehatan masyarakat di Bengkulu, Dinkes Provinsi Bengkulu mencatatkan angka penderita kanker payudara di kalangan perempuan pada tahun 2024 masih cukup tinggi. Tercatat ada 26 penderita kanker payudara, serta 126 perempuan yang mengalami benjolan payudara. Sebanyak 114 orang sudah dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Pj Program Kanker dan Kelainan Darah Dinkes Provinsi Bengkulu, Seprianti, S.KM, M.KN, menyatakan bahwa hasil skrining menunjukkan minimnya kesadaran perempuan di Bengkulu untuk melakukan cek kesehatan.

"Dari jumlah perempuan usia subur di Bengkulu sebanyak 339.279 orang, hanya 22.765 orang yang mengikuti skrining deteksi kanker," ungkapnya.

Seprianti berharap agar perempuan di Provinsi Bengkulu lebih peduli terhadap kesehatannya, terlebih dengan segera dilaksanakannya program pemeriksaan kesehatan gratis. 

"Kami berharap masyarakat, terutama perempuan, dapat memanfaatkan program cek kesehatan gratis yang akan segera dimulai untuk memeriksakan kesehatannya," ujarnya.

 

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla