Pembentukan Sekolah Rakyat di Kaur Masih Berproses, Kuota Dikurangi Jadi 100 Siswa

Proses pembentukan Sekolah Rakyat, program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial, Rabu (11/06/2025). Foto : Dandi / Alankanews.com

 

Alankanews.com, Kaur – Proses pembentukan Sekolah Rakyat, program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial (Kemensos), untuk wilayah Kabupaten Kaur saat ini masih terus berjalan. Saat ini, tim pelaksana tengah memasuki tahapan verifikasi siswa sebagai bagian dari persiapan sebelum sekolah resmi dimulai.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaur, M. Jarnawi, M.Pd, kepada media, Rabu (11/6). Ia menjelaskan bahwa kuota awal yang direncanakan untuk Kabupaten Kaur sebanyak 150 orang siswa, namun kini dikurangi menjadi 100 orang untuk tahap pertama pelaksanaan tahun 2025.

“Saat ini masih dalam proses verifikasi terhadap calon peserta. Kuota resmi untuk Kabupaten Kaur telah ditetapkan sebanyak 100 siswa dari sebelumnya direncanakan 150,” ujar Jarnawi.

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan inklusif yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera, putus sekolah, atau yang tidak sempat mengenyam pendidikan formal secara penuh. Program ini dirancang sebagai bagian dari misi besar pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia.

Di Kabupaten Kaur, program ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat, mengingat masih banyak wilayah pelosok yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan. Menurut M. Jarnawi, selain verifikasi calon siswa, saat ini tim pelaksana juga tengah menyiapkan lokasi belajar dan fasilitator yang akan mendampingi para peserta.

“Nantinya, sekolah ini akan dilaksanakan secara nonformal namun tetap berbasis kurikulum pendidikan yang terstruktur. Tenaga pendidik dipilih secara selektif,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Kaur menyatakan dukungannya terhadap program ini. Selain memfasilitasi proses administrasi, Pemkab juga akan membantu dalam hal penyediaan sarana dan koordinasi lintas sektor.

“Kita harapkan sekolah rakyat ini menjadi solusi nyata bagi anak-anak kita yang selama ini tertinggal dari akses pendidikan,” tutup Jarnawi.

Reporter: Dandi

Editor: Gita KMS