Pemerintah Mukomuko Siap Gelar Operasi Pasar untuk Stabilisasi Harga Cabai Menjelang Ramadhan

Rencana Operasi Pasar untu Stabilkan Harga Cabai, di Mukomuko, Kamis (06/02/2025).Foto:Elvina/Alankanews.com

Alankanews.com,Mukouko--mPemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, siap menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga cabai merah yang melonjak, serta kebutuhan pokok lainnya menjelang bulan Ramadhan 2025, Kamis (06/02/2025).

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko, Nurdiana, mengungkapkan bahwa harga cabai merah di wilayah itu kian meroket akibat permintaan yang tinggi, sementara pasokan terbatas.

"Ini karena permintaan yang banyak, namun barangnya tidak ada, atau ini adalah hukum pasar," ujar Nurdiana.

Selain faktor permintaan, cuaca musim hujan yang terus-menerus juga turut berpengaruh terhadap hasil panen cabai merah yang sedikit. Berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut menyebabkan terbatasnya pasokan cabai di pasar.

Nurdiana juga menambahkan, dengan memasuki bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba, permintaan cabai semakin meningkat. 

"Banyak ibu-ibu yang membeli cabai merah dalam jumlah banyak, selain itu ada juga kebutuhan untuk pesta pernikahan, sehingga semakin banyak yang membutuhkan cabai merah," jelasnya.

Untuk menstabilkan harga dan mengurangi keresahan warga, pihaknya akan menggelar pasar murah pada bulan Maret 2025, sebelum memasuki bulan puasa.

Sebelumnya, warga Mukomuko mengungkapkan kekhawatiran atas melonjaknya harga cabai merah yang mencapai Rp80.000 per kilogram. Pantauan di salah satu warung sayuran di Kelurahan Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko, menunjukkan bahwa harga cabai merah naik dari Rp40.000 per kg menjadi Rp55.000, dan kini mencapai Rp80.000 per kg sejak Rabu (29/1/2025) lalu.

"Harga cabai merah mahal, dari sebelumnya Rp40.000 per kg, menjadi Rp55.000, kini harga cabai merah naik lagi menjadi Rp80.000 per kg. Harga semahal itu memberatkan kami," keluh Nisa, warga Desa Ujung Padang, Kecamatan Kota Mukomuko.

Bagi warga di daerah yang terletak sekitar 270 kilometer sebelah utara Kota Bengkulu ini, cabai merah merupakan bahan pokok utama. Meskipun harga terus melambung, warga terpaksa membeli cabai merah meski dengan harga tinggi. Namun, banyak yang terpaksa mengurangi penggunaan cabai dalam masakan sehari-hari karena ketidakmampuan membeli dengan harga yang tinggi.

Penulis : Elvina Rosa

Editor : Andrini Ratna Dilla