Alankanews.com,Provinsi Bengkulu--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu hingga saat ini belum melakukan evaluasi terhadap ribuan tenaga honorer yang ada. Evaluasi ini mencakup tenaga honorer yang sudah terdaftar dalam aplikasi Sistem Pengolahan Non-ASN (siNonA) Badan Kepegawaian Nasional (BKN) maupun yang belum terdata, Jumat (31/01/2025).
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Dr. Haryadi SPd MSi, mengungkapkan bahwa hasil evaluasi yang direncanakan untuk menentukan status tenaga honorer sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, akan ditentukan setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu terpilih, Helmi Hasan-Mian, pada 6 Februari 2025.
"Hasil evaluasi itu masih belum final untuk diputuskan," ujar Haryadi.
Menurut Haryadi, meskipun evaluasi tenaga honorer sedang berlangsung, belum ada jaminan bahwa semua tenaga honorer akan diangkat menjadi PPPK paruh waktu. Evaluasi ini akan menentukan nasib mereka, dengan beberapa di antaranya mungkin harus kehilangan status honorer pada 2025.
Selain itu, Haryadi menjelaskan bahwa masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov Bengkulu belum sepenuhnya menyelesaikan evaluasi tenaga honorer. Oleh karena itu, pihaknya masih menunggu OPD untuk menyelesaikan evaluasi tersebut.
"Kita tunggu dari masing-masing OPD untuk tindak lanjutnya," tambah Haryadi.
Setelah evaluasi internal OPD selesai, hasilnya akan diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu untuk dikaji kembali oleh pimpinan Pemprov, yaitu Plt. Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rosjonsyah.
"Mudah-mudahan secepatnya selesai. Kalau sudah nanti dikaji lagi oleh BKD," jelas Haryadi.
Plt. Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rosjonsyah, mengingatkan agar evaluasi tenaga honorer dilakukan secara selektif dan tidak sekadar formalitas.
"Evaluasi harus disesuaikan dengan kinerjanya, termasuk absensinya juga harus dilihat secara menyeluruh," tegas Rosjonsyah. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa tenaga honorer benar-benar aktif bekerja dan tidak sekadar terdaftar tanpa kinerja yang jelas.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla