Alankanews.com, Bengkulu-- Kuota Solar dikurangi mengakibatkan antrian panjang kendaraan yang ingin mengisi Bahan bakar Minyak (BBM) jenis solar di sejumlah Stasiun pengisian bahan bakar Umum (SPBU) di Bengkulu kembali membeludak Senin (16/10).
Selama ini para sopir mobil berbahan bakar solar memang sudah mengeluh sulitnya mendapatkan solar, Bahkan ada beberapa pengendara yang menginapkan mobilnya di barisan antre agar keesokan harinya bisa mendapatkan solar.
Hal ini diperparah lagi dengan dengan adanya keputusan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengurangi kuota solar Bengkulu.
Pengurangan kuota solar untuk Bengkulu tersebut dituangkan BPIH Mingas dalam surat Nomor : T-499/MG.05/BPH/2023 hal penyampaian perubahan kuota jenis BBM tertentu tahun 2023.
Kuota solar untuk Bengkulu dikurangi 6,8 persen dari kuota sebelumnya 106.000 Kilo Liter (KL) menjadi 7.007 KL.
Sementara itu, pemerintah Provinsi Bengkulu berupaya agar kuota BBM jenis solar yang didistribusikan ke Bengkulu kembali ditambah.
Adapun langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah mendapat kebutuhan solar di setiap SPBU di Bengkulu setiap harinya, kemudian data itu nanti akan dijadikan dasar pengusulan penambahan kuota Solar ke BPIH migas.
Khusus di Kabupaten Bengkulu Bengkulu Selatan, antrian panjang kendaraan yang ingin mengisi solar di SPBU Kutau, SPBU Ibul dan SPBU Tanjung Raman selalu membeludak. Panjang barisan kendaraan hampir 500 meter di sisi kiri dan kanan jalan.
Sama dengan keadaan di Kota Bengkulu, beberapa sopir memarkirkan kendaraannya hingga satu malam di barisan antri dengan harapan keesokan harinya bisa mendapatkan solar. Tetapi ada juga pengendara yang tidak berani menginapkan kendaraannya di barisan antre sering tidak kebagian solar.
Walaupun solar bersubsidi sulit di dapatkan di SPBU, tetapi ada saja pedagang yang menjual solar eceran di Bengkulu Selatan. Bahkan jarak tempat penjualan solar eceran itu tidak sampai satu kilometer dari lokasi SPBU berada.
"Saat ini sulit mau mengisi solar di SPBU, saya selalu mengisi mobil L 300 saya ini dengan solar eceran. Daripada ngantri lama dan mobil harus nginap, lebih baik saya isi di warung saja," kata Sairi warga Pagar Dewa.
Sairi mengaku pernah sekali ngantri Solar di SPBU, tapi tidak kebagian. Sebelum mobilnya sampai ke pompa pengisian, stok solar di tangki tanam SPBU sudah habis. Sejak itulah Sairi tidak mau lagi ngantre solar.
"Orangnya juga ganas dan berdesak desakan saat membawa mobil meunju pompa pengisian bahan bakar. Daripada mobil saya tersenggol, atau terjadi pertengkaran antara sesama sopir lebih baik saya tidak ngantre lagi," sambung Sairi.
Penulis : Beta Kurnia