Alankanews.com, Kaur – Wabah penyakit ngorok atau Septicaemia Epizootica (SE) kembali mengganas di Kabupaten Kaur. Hingga awal bulan kedua tahun ini, Dinas Pertanian Kaur melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat sebanyak 355 ekor sapi dan kerbau milik warga telah terjangkit penyakit tersebut. Kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Kaur Selatan, khususnya di wilayah Pengubaiyan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kaur, Drh. Rahmat Syah, mengungkapkan bahwa kondisi saat ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, mayoritas ternak yang terkena penyakit ngorok akhirnya mati dalam waktu singkat. Ia juga menambahkan bahwa stok vaksin SE saat ini kosong, yang semakin memperparah penyebaran penyakit.
“Kami menerima ratusan laporan dari warga mengenai ternak mereka yang mati akibat penyakit ngorok. Sayangnya, stok vaksin untuk pencegahan sedang kosong, sehingga ternak lainnya rentan terinfeksi,” ujar Rahmat Syah saat diwawancarai, Selasa (25/02).
Salah satu peternak di Kecamatan Kaur Selatan, Zul (47), mengaku kehilangan tiga ekor sapi akibat penyakit tersebut. Ia merasa sangat dirugikan karena tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan ternaknya.
“Sapi saya tiba-tiba lemas, susah bernapas, dan mengeluarkan lendir dari mulut. Dalam waktu sehari saja, langsung mati. Saya sudah lapor ke petugas, tapi katanya vaksin tidak ada,” keluh Zul.
Penyakit SE dikenal sebagai penyakit yang sangat mematikan pada ternak sapi dan kerbau. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida, yang menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan peradangan parah. Penyebaran penyakit ini biasanya dipercepat oleh kondisi cuaca dan lingkungan yang tidak higienis.
Dinas Pertanian Kaur mengimbau para peternak untuk lebih waspada dan segera melapor jika menemukan gejala penyakit pada ternak mereka. Selain itu, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat guna mendapatkan kembali pasokan vaksin SE agar wabah ini bisa segera dikendalikan.
“Kami terus berupaya mendapatkan vaksin tambahan dan meminta pemerintah pusat untuk segera mengirimkan stok vaksin. Untuk sementara, kami mengimbau peternak agar menjaga kebersihan kandang dan mengisolasi ternak yang sakit,” tambah Rahmat Syah.
Dengan meningkatnya kasus SE di Kabupaten Kaur, peternak diharapkan lebih sigap dalam menangani dan mencegah penyebaran penyakit agar kerugian tidak semakin besar.
Reporter : Dandi Febriawan
Editor : Andrini Ratna Dilla