Alankanews.com,Rejang Lebong--Andri Jendro, seorang petani kopi asal Rejang Lebong, mengajak sesama petani kopi untuk lebih memperhatikan kualitas biji kopi pasca panen. Menurut Andri, banyak petani yang belum memahami pentingnya proses penanganan kopi setelah dipanen, yang sangat mempengaruhi kualitas biji kopi yang dihasilkan, Selasa (21/01/2025).
Salah satu aspek krusial dalam menjaga kualitas kopi adalah proses penjemuran. Andri menjelaskan bahwa biji kopi sebaiknya tidak dijemur langsung di tanah atau di atas beton karena dapat mengurangi kualitas kopi.
"Kopi sebaiknya dijemur dengan tidak menyentuh tanah atau beton secara langsung, karena bisa mempengaruhi kualitasnya," ujar Andri.
Pada musim hujan, petani kopi harus lebih hati-hati. Andri menyarankan agar petani membuat tempat penjemuran dari bambu atau kawat rapat untuk menghindari biji kopi terkena kelembapan air hujan. Selain itu, bagian atas tempat penjemuran sebaiknya ditutupi dengan plastik transparan untuk melindungi kopi dari hujan.
"Bagusnya itu minimal 30 cm dari atas tanah, jadi nggak kena tanah lagi. Dikasih plastik, syukur-syukur pakai plastik UV, biar lebih bagus," tambah Andri.
Namun, meski cara ini lebih menjaga kualitas, Andri mengakui bahwa banyak petani yang tidak mengikutinya. Faktor ekonomi dan kesulitan dalam pembuatannya membuat banyak petani lebih memilih untuk menjemur biji kopi secara praktis, misalnya di halaman rumah atau pinggir jalan raya.
"Kalau dari harga tentu beda harga kopi yang dirawat dengan baik dan yang tidak dirawat dengan baik. Tapi faktor ekonomi juga yang bikin petani nggak ambil pusing, yang penting laku, gak bisa disalahkan juga," tutupnya.
Andri berharap agar para petani kopi di Rejang Lebong bisa lebih sadar akan pentingnya perawatan pasca panen untuk menjaga kualitas kopi mereka. Walaupun membutuhkan usaha dan biaya lebih, perawatan yang tepat akan berdampak pada harga jual yang lebih baik dan keberlanjutan usaha kopi di daerah tersebut.
Penulis : Sasti
Editor : Andrini Ratna Dilla