PT. Pertamina Geothermal Energy Diminta Bertanggung Jawab atas Dampak Longsor Bukit Belerang

Bukit Belerang,MukoMuko,Selasa (31/12/2024).Foto:Elvina/Alankanews.com

Alankanews.com,Lebong--Direktur Yayasan Nuansa Alam Lestari (NAL), Devi Gunawan, dengan tegas meminta PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) Hulu Lais bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang masih dirasakan masyarakat akibat longsor Bukit Belerang pada tahun 2016 silam. Longsor yang terjadi di Kelurahan Taba Anyar, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, diduga kuat sebagai akibat dari aktivitas proyek PT. PGE Hulu Lais di wilayah tersebut,Selasa (31/12/2024).

Devi menyatakan bahwa perusahaan seharusnya memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan dan membina masyarakat yang terdampak.

“PGE harus bertanggung jawab. Seharusnya PGE membina para petani yang ada di lingkungan itu, karena dampak ini masih dirasakan masyarakat sampai sekarang ini,” ujar Devi 

Sebagai pemerhati lingkungan, Devi telah memantau dampak yang ditimbulkan sejak longsor terjadi. Menurutnya, hasil panen masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tersebut tidak lagi sebaik sebelum longsor. Kondisi ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

“Sejak 2016, saya mengamati bagaimana perubahan lingkungan di kawasan tersebut. Longsor yang terjadi jelas memberikan dampak besar, terutama bagi hasil panen yang kini tidak sebagus sebelumnya. Hal ini menjadi salah satu bukti nyata dari dampak buruk yang harus segera ditangani oleh pihak terkait,” tambah Devi 

Selain itu, Devi menyoroti pentingnya langkah pemulihan lingkungan yang harus dilakukan oleh PT. PGE Hulu Lais. Menurutnya, keterlibatan perusahaan dalam upaya rehabilitasi lingkungan sangat diperlukan untuk meminimalisasi dampak jangka panjang. Ia juga mendorong adanya pendampingan bagi masyarakat dalam mengembangkan pertanian yang lebih berkelanjutan.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT. PGE Hulu Lais terkait tuntutan yang disampaikan oleh Devi Gunawan. Masyarakat sekitar berharap ada solusi nyata untuk memulihkan kondisi lingkungan dan mendukung keberlanjutan hidup mereka.

Penulis : Yeni

Editor : Andrini Ratna Dilla