Alankanews.com - Hingga 28 Februari 2025, realisasi belanja transfer ke daerah (TKD) di Provinsi Bengkulu mencapai Rp1,195 triliun atau 11,05% dari total pagu anggaran sebesar Rp10,815 triliun.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana, dalam keterangannya resminya di Bengkulu, Senin (3/3/2025).
Irfan merincikan Dana Alokasi Umum (DAU) mencatat realisasi tertinggi dalam jumlah nominal, yakni Rp863,75 miliar dari total pagu Rp6,740 triliun atau sebesar 12,81%.
Sementara itu, Dana Bagi Hasil (DBH) telah terserap sebesar Rp55,55 miliar atau 8,04% dari total alokasi Rp690,59 miliar. Namun, masih terdapat beberapa komponen anggaran yang belum terealisasi sama sekali hingga akhir Februari, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Insentif Fiskal, yang masing-masing memiliki pagu Rp780,82 miliar dan Rp20,83 miliar.
“Secara keseluruhan, kita melihat bahwa realisasi transfer ke daerah masih berada di angka yang relatif rendah. Namun, terdapat beberapa komponen yang menunjukkan progres cukup baik, seperti BOP PAUD dengan realisasi 48,80% serta BOS yang telah mencapai 47,94% dari total pagu,” ungkap Irfan
Di sisi lain, Dana Desa baru terealisasi 2,93% atau Rp30,35 miliar dari pagu Rp1,036 triliun, sementara DAK Non Fisik mencatatkan realisasi 1,86% atau Rp17,82 miliar dari total alokasi Rp958,39 miliar. Adapun BOP Kesetaraan telah mencapai 46,16% dengan realisasi Rp6,49 miliar dari total pagu Rp14,06 miliar.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penyaluran dana ini, agar dapat segera dimanfaatkan dalam pembangunan serta pelayanan publik di Bengkulu,” tambahnya.
Dengan masih rendahnya realisasi di beberapa sektor, diharapkan langkah-langkah strategis dapat segera dilakukan untuk mempercepat pencairan dan pemanfaatan dana sesuai dengan peruntukannya.
Reporter : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla