Tidak Ada Biaya Pengobatan, Warga Kota Manna Derita Tumor Otak Selama 5 Tahun

Warga Desa Lubuk Tapi Kecamatan Ulu Manna Kabupaten Bengkulu Selatan menderita penyakit tumor otak, Minggu (02/06)/(Foto:Atina)

Alankanews.com,Bengkulu Selatan-- Warga Desa Lubuk Tapi Kecamatan Ulu Manna Kabupaten Bengkulu Selatan Rubidah (51) menderita penyakit tumor otak  tetapi tidak memiliki biaya untuk melakukan pengobatan, Minggu (02/06).

Dijelaskan Zepto Joansa Putra yang merupakan anak kandung Rubidah, bahwa ibunya sakit sejak 5 tahun lalu, saat ini ibunya terbujur kaku di tempat tidur dengan kondisi yang sudah parah. 

"Ibu saya menderita tumor otak sudah hampir 5 tahun," ujar Zepto, Minggu (02/06).

Zepto juga mengatakan, kondisi awal mula ibunya sering sakit kepala, bahkan pernah sempat pingsan sewaktu lagi garap sawah.

"Sebelumnya saya kira hanya sakit kepala biasa, seiring waktu ibu saya sering mengalami sakit kepala hingga kejang-kejang dan tidak sadarkan diri," sambung Zepto.

Zepto juga mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari pengobatan ke rumah sakit Hasannudin Damrah Kota Manna sampai dirujuk ke RSUD M Yunus Kota Bengkulu.

"Upaya pengobatan kami lakukan di Rumah Sakit Hasannudin Damrah Kota Manna Bengkulu Selatan. Kami berulang kali masuk rumah sakit dan pada akhirnya kami dirujuk ke RSUD M Yunus Kota Bengkulu. Disanalah kami melakukan CT scan kepala hingga diketahui ada indikasi tumor otak yang berdiameter 3 cm," ucapnya.

Hingga akhirnya, pihak RSUD M Yunus memberikan saran untuk operasi ke salah satu rumah sakit di Jakarta. 

Diketahui, Muktar suami dari Rubidah hanya petani serabutan, dan dengan segala kekurangan dan ketidakmampuan ekonomi keluarga untuk melanjutkan ke Jakarta, sampai saat ini Rubidah hanya dirawat di rumah dan hanya dibekali obat penahan rasa sakit serta obat-obatan herbal seadanya.

Saat ini tumor otak yang dideritanya semakin parah hingga menyebabkan kedua matanya mengalami kebutaan, yang membuatnya tidak mampu untuk makan dan minum sendiri. 

Lanjut Zepto, biaya yang dibutuhkan ibunya untuk pengobatan berkisar Rp50 juta.

"Pengobatan itu membutuhkan biaya berkisar Rp50 juta. Untuk operasi sekitar Rp30 juta, transportasi, obat-obatan berkisar 20 juta," jelas Zepto.

Keluarganya tidak bisa berbuat banyak dikarenakan pendapatan keluarga hanya di bawah Rp1 juta rupiah per bulan. Sedangkan biaya pengobatan membutuhkan puluhan juta rupiah.

"Saya sebagai anak beliau sangat berharap Ibu saya bisa sembuh dari sakit yang beliau derita sudah hampir 5 tahun ini. Saya mau melihat beliau tersenyum dan merasakan hidup kembali seperti biasanya," tutupnya.

 

Penulis : Atina Ramayanti

Editor : Beta Kurnia