Alankanews.com,MukoMuko--Warga di Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengungkapkan keluhan terkait keberadaan hama kera liar yang sering merusak tanaman jagung mereka. Salah satu warga, Warsiman, mengaku gerombolan kera ini telah beberapa kali merusak tanaman jagung yang ia tanam di lahan seluas lebih dari seperempat hektare, Kamis (12/12/2024).
"Gerombolan kera liar ini tidak hanya sekali ini saja merusak tanaman jagung, tetapi sudah sering, dan kami tidak pernah memetik hasil dari tanaman ini," kata Warsiman.
Warsiman, yang juga berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, mengungkapkan bahwa tanaman jagungnya jarang dipantau karena kesibukannya bekerja, serta jarang diberi pupuk, menyebabkan tanaman tidak begitu subur. Lahan tanamannya yang terletak di pinggir juga sulit untuk dipantau oleh warga lain yang menanam kelapa sawit dan padi di sekitar lokasi tersebut.
"Karena kondisi lahan yang terletak di pinggir, jadi susah untuk dipantau dan terlupakan. Saya bahkan berpikir untuk mengalihfungsikan lahan ini menjadi perkebunan kelapa sawit, karena tidak ada irigasi yang sampai ke sini," tambahnya.
Terkait hal ini, Kepala BKSDA Resor Mukomuko, Damin, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah kera atau monyet yang merusak tanaman tersebut termasuk hewan yang dilindungi atau tidak. Damin juga menjelaskan bahwa pihaknya pernah melakukan upaya untuk menangani konflik antara kera dan manusia, namun hingga saat ini belum ada kuota untuk menangkap kera tersebut.
"Untuk mengatasi masalah ini, biasanya kita fokus pada penanganan kepala kodi atau pemimpin gerombolan kera. Dengan mengusir kepala kodi, kera lainnya biasanya tidak berani mendekat," ujar Damin.
Ia juga menyarankan warga untuk memanfaatkan kearifan lokal dalam menangani gerombolan kera liar yang sering merusak tanaman mereka. Meskipun demikian, hingga kini solusi permanen untuk mengatasi masalah ini masih belum ditemukan.
Penulis : Elvina Rosa
Editor : Andrini Ratna Dilla